Senin, 30 November 2020

Antihistamin (II) : Turunan Propilamin dan Turunan Fenotiazin

 HISTAMIN

Seluruh organ dan jaringan memiliki histamin baik dalam bentuk terikat maupun inaktif. Histamin merupakan amin nabati atau biamin yang merupakan produk normal dari pertukaran zat histidin melalui dekarboksilasi enzimatis. asam amino ini berada di dalam daging (protein) dan jaringan di usus halus) yang secara enzimatis diubah menjadi histamin (dekarboksilasi). histamin berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh karena menyebabkan reaksi alergi pada tubuh. 

Berikut adalah reaksi biosintesis Histidin menjadi Histamin


ANTIHISTAMIN

Antihistamin atau dikenal juga sebagai penghambat H1. Pada sistem saraf pusat Antihistamin memiliki efek antikolinergik yang peka terhadap mabuk perjalanan. Antihistamin bekerja di dalam tubuh dengan cara memblokir reseptor histamin. 


- Turunan Propilamin

    Antihistamin turunan propilamin ini dibagi menjadi dua, yaitu turunan propilamin jenuh dnan turunan propilamin tidak jenuh.

Turunan Propilamin Jenuh contohnya adalah Feniramin, Klorfeniramin, Deksklofeniramin, Bromfeniramin, dan Deksbromfeniramin. 


Turunan Propilamin tidak jenuh contohnya adalah Pirobutamin dan Triprotidin.

Perbedaan antara turunan propilamin jenuh dan tidak jenuh

✔ Turunan propilamin jenuh merupakan molekul kiral, garam yang dibentuk dengan d- asam tartrat dapat memutuskan  turunan tersubstitusi halogen dengan kristalisasi. sedangkan turunan propilamin tidak jenuh memiliki ikatan rangkap dua aromatik yang merupakan bagian penting dari aktivitas antihistamin.

Hubungan struktur dan aktivitas

✔ Feniramin

   memiliki efek antihistamin terendah. biasanya diperdagangkan dalam bentuk campuran rasematnya       dan harus diberikan bersama makanan.

    Feniramin juga memiliki sedikit efek antiemetik.

    Waktu paruh: 12-15 jam

    Dosis: 25 mg 3 kali sehari

✔ Klorfeniramin maleat

    klorfeniramin maleat atau biasa dikenal dengan CTM merupakan antihistamin yang sangat sering         digunakan. CTM memiliki aktivitas 20 kali lebih besar dibandingkan engan feniramin.

    Waktu paruh: 12-15 jam

  ✔  Deksklofeniramin

        merupakan isomer dekstro klorfeniramin maleat dan memiliki aktivitas yang lebih besar                         dibandingkan dengan campuran rasematnya.

✔Bromfeniramin maleat

    memiliki aktivitas ynag sebanding dengan CTM

✔Dimentinden maleat

    biasa digunakan untuk pengobatan pruritik dan alergi serta aktif dalam bentuk isomer levo.

    

    KLORFENIRAMIN MALEAT (CTM)

CTM merupakan obat alergi yang sangat populer di kalangan masyarakat dan banyak digunakan dalam sediaan kombinasi. Aktivitas antihistamin akan meningkat jika pemasukan gugus klor pada posisi para cincin aromatik. 

Indikasi dan efek samping

    indikasinya yaitu dapat mengobati tanda-tanda alergi seperti bersin.

    efek sampingnya dapat menyebabkan kantuk, mual, sakit kepala, mulut kering, dada sesak.

Farmakodinamik

    Klorfeniramin maleat (CTM) bekerja dengan cara menghambat efek histamin yang ada pada                 pembuluh darah, bronkus, dan otot polos. klorfeniramin maleat juga dapat merangsang atau                    menghambat susunan saraf pusat.

Farmakokinetik

        penyerapan obat terjadi dengan cukup baik di dalam saluran cerna lebih kurang sekitar 70% obat            terikat oleh protein plasma. CTM diberikan secara oral dan kadar darah tertinggi obat dicapai 2-3            jam setelah pemberian oral berlangsung. waktu paro plasma selama 12-15 jam.

- Turunan Fenotiazin

    Fenotiazin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati perilaku psikotik pada pasien rumah         sakit jiwa.Fenotiazin dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

1. Fenotiazin Alifatik, menghasilkan efek sedatif yang kuat

2. Fenotiazin piperazin, menghasilkan efek sedatif sedang

3. Fenotiazin Piperadin, memiliki efek sedatif yang kuat




Hubungan Struktur dan Aktivitas

✔Prometazin

    menimbulkan efek antihistamin, antikolinerhik dan pemblok alfa kolinergik

✔Trimeprazin

    memiliki aktivitas antihistamin lebih besar yaitu 1,5-5 kali lebih besar dan juga memiliki aktivitas         antipruritik

✔Metdilazin

    memiliki aktivitas anastesi lokal jika tablet kunyah tidak segera ditelan

        PROMETAZIN HCL

merupakan garam berbentuk serbuk kristalin berwarna kuning muda yang larut dalam air, alkohol, dan kloroform. senyawa ini juga memiliki aktivitas sebagai antiemetik dan dapat menghoptimalkankerja obat analgetik dan sedatif.

indikasi dan efek samping 

indikasinya digunakan untuk mengobati gejala alergi fatal, mabuk, mual, menenangkan

efek sampingnya yaitu kejang-kejang, gemetar, kulit pucat, demam tinggi, jarang buang air kecil, berkedut tak terkendali, halusinasi, nyeri sendi

Farmakodinamik

mekanisme kerja prometazin HCl yaitu dengan cara menghambat histamin agar tidak terjadi reaksi alergi dan mempengaruhi asetilkolin serta beberapa bagian tertentu pada otak untuk meredakan mual dan memberikan efek penenang.

Farmakokinetik

Distribusi

Distribusi di dalam tubuh dipengaruhi oleh ikatan protein plasma.

Metabolisme

Dimetabolisme di dalam hati dengan  enzim CYP 6 (Sitokrom P450), 

Waktu paruh

10 jam (im), 16-19 jam (sirup), 9-16 jam (iv).

Ekskresi

utamanya di kandung kemih dan minor melalui feses.


REFERENSI

Kee, J.L dan E. R. Hayes. 1996. Farmakologi: pendekatan proses keperawatan. EGC, Jakarta.

Sari, F dan S. W. Yenny. 2018. Antihistamin terbaru dibidang dermatologi. Jurnal Kesehatan Andalas. Vol 7(4): 61-62.

Siswandono. 2016. Kimia Medisinal 2 Edisi 2. Airlangga University Press, Surabaya.

Tjay, T. H dan Rahardja, K. 2007. Obat-obat Penting Khasiat Penggunaan dan Efek-efek Sampingnya. PTElex Media Computindo, Jakarta.


PERTANYAAN

1. jika antihistamin digunakan bersamaan dengan antibiotik, apakah akan berpengaruh terhadap struktur kimia serta seperti reaksi terhadap sistem saraf pusat ?

2. Apabila feniramin tidak dikombinasikan dengan rasematnya apakah akan memiliki efek yang sama? lalu bagaimana mekanismenya?

3. Dilihat dari segi hubungan antara aktivitas-struktur apa yang akan terjadi jika salah satu rantai Struktur putus/hilang/digantikan dengan Atom lain? jelaskan bagaimana prosesnya?

10 komentar: